So far we have only answered questions regarding objects getting faster. If an object is slowing down, it is retarding, or deceleration, but it is still a form of acceleration ; negative acceleration.
Sejauh ini kita baru bisa menjawab pertanyaan dari sebuah benda yang dipercepat. Jika sebuah benda berjalan semakin lambat, maka benda itu memperlambat / mengurangi kecepatan, tetapi ini masih merupakan suatu bentuk dari percepatan : percepatan negatif.
Braking is Negative acceleration. Vt less than Vo.
Mengerem adalah percepatan negatif Vt lebih kecil dari Vo Waktu yang dibutuhkan
The change in velocity is a negative number, when an object is slowing down.
Perubahan kecepatannya dalam bilangan negatif, ketika sebuah benda diperlambat.
Example :
Contoh :
A car slows down from 15 m/s to 10 m/s in 2,5 seconds. What is its acceleration ?
Sebuah mobil melambat dari 15 m/s menjadi 10 m/s dalam 2,5 detik. Berapakah percepatannya ?
Change in velocity = -5 m/s ( minus five metres per second )
Perubahan kecepatan = -5 m/s ( negatif lima meter per detik )
Acceleration = -5 2,5 = -2 m/s2
Percepatannya = -5 ÷ 2,5 = -2 m/s2
Uniform Acceleration Questions
Pertanyaan Percepatan Tetap
A velocity meter in a train indicates that the train is travelling at 28 m/s. 26 second later it is travelling at 15 m/s. What was the acceleration during the 26 seconds period?
Ø Metres per second per second
Sebuah pengukur kecepatan dalam sebuah kereta api menunjukkan bahwa kereta api berjalan dengan kecepatan 28 m/s. 26 detik kemudian keretatersebut berjalan dengan kecepatan 15 m/s. Berapakah percepatan selama 26 detik ?
Ø Meter per detik per detik
You can see that the total distance can be split into the distance travelled whilst the driver is reacting ( the thinking distance ) and the distance tha the car tavels after the brakes have been applied ( the braking distance ). The total distance travelled from the moment the driver starts to react to the car being brought to a stop is the sum of these two distances.
Kamu bisa melihat jarak total dibagi dalam jarak perjalanan ketika pengemudi sedang bereaksi ( waktu berfikir ) dan jarak perjalanan setelah mobil direm ( jarak pengereman ). Jarak total perjalanan dari waktu pengemudi mulai bereaksi sampai mobil berhenti dalan jumlah dari 2 jarak ini.
As well as being able to accelerate, it is vital that cars can decelerate or brake.
Selama mengalamai percepatan, ini sangat penting bahwa mobil bisa mengalami perlambatan atau pengereman.
The faster a car is travelling, the longer it will take to stop and the further it will travel whilst decelerating.
Lebih jauh, sebuah mobil yang sedang berjalan, selanjutnya mobil itu akan berhenti dan lebih lanjut ia akan berjalan sambil diperlambat.
For example, at a speed of 15 m/s the total stopping distance is (9+14)=23 metres
Sebagai contoh, pada kecepatan 15 m/s jarak berhenti totalnya adalah (9+14)=23 meter
During the time the car travels the thinking distance, the brake are not on. The car is travelling at uniform velocity.
Selama waktu mobil berjalan dalam jarak berfikir, rem tidak dinyalakan. Mobil itu berjalan dalam kecepatan tetap.
It is possible to calculate the ‘ Thinking Time” from the formula :
Untuk menghitung “waktu berfikir” dari rumus :
Distance = velocity time Time = Distance velocity
Jarak = kecepatan waktu Waktu = jarak kecepatan
It does not matter which pair of numbers you use, you get the same answer for the thinking time.
Tidak menjadi masalah pasangan bilangan manakah yang kamu gunakan, kamu akan mendapatkan jawaban yang sama untuk waktu reaksi.
For example, at 20 m/s the thinking distance is 12 metres, so the thinking time is 12 20 = 0,6 seconds.
Sebagai contoh, pada kecepatan 20 m/s waktu berfikir adalah 12 meter, jadi waktu berfikir adalah 12÷20 = 0,6 detik.
At 30 m/s the thinking distance is 18 metres. 18÷30 = 0,6, giving the same time of 0,6 seconds.
Pada kecepatan 30 m/s jarak berfikir adalah 18 meter. 18÷30 = 0,6, kita mendapatkan waktu berfikir yang sama yaitu 0,6 detik.
The braking Distance increases with speed.
Jarak pengereman berubah sesuai kecepatan.
At 10 m/s the braking Distance is 6 m. At 20 m/s the braking distance is 24 m.
Pada kecepatan 10 m/s jarak pengereman adalah 6m. Pada kecepatan 20 m/s jarak pengeremannya adalah 24 m.
Doubling the speed, quadruples the braking distance. This is general pattern.
Dua kali lipat kecepatan, empat kali lipat jarak pembe hentian. Itu merupakan bentuk umum.
Check this with speeds of 10 m/s and 20 m/s.
Periksa dengan kecepatan 10 m/s dan 20 m/s.
So, if you increase your speed by a factor of 3 ( say from 10 m/s to 30 m/s ) then the braking distance will increase by a factor of 9 (from 6 metres to 54 metres)
Jadi, jika kamu meningkatkan kecepatan kamu menggunakan faktor 3 ( katakan dari 10 m/s menuju 30 m/s ) setelah itu jarak pengereman akan meningkat berdasarkan faktor 9 (dari 6 meter hingga 54 meter ).
Source : GCSE PHYSICS






Tidak ada komentar:
Posting Komentar